Skip to main content

Training Ahli K3 – HSE Consultant – Konsultan ISO – NEBOSH Indonesia

Ergonomi Adalah_ Manfaat dan Contoh Penerapannya di Tempat Kerja

Duduk delapan jam di depan komputer dengan layar terlalu rendah. Mengangkat dus berulang kali dengan punggung membungkuk. Berdiri seharian di depan meja kerja yang terlalu tinggi. Tidak ada yang langsung celaka, tetapi tubuh perlahan mengirim sinyal: punggung pegal, leher kaku, tangan kesemutan.

Itulah masalah yang ingin dicegah oleh ergonomi. Lalu, apa itu ergonomi, apa manfaatnya, dan bagaimana contoh penerapannya di tempat kerja?

Baca Juga : Hierarki Pengendalian Risiko K3: Urutan dan Contoh Penerapannya

Apa Itu Ergonomi? Pengertian Ergonomi di Tempat Kerja

Ergonomi adalah ilmu yang menyesuaikan pekerjaan, alat, dan lingkungan kerja dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, bukan sebaliknya. Tujuannya mencegah cedera dan keluhan otot dan sendi, mengurangi kelelahan, serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas.

Kata ergonomi berasal dari bahasa Yunani, ergon yang berarti kerja dan nomos yang berarti aturan atau hukum. Dalam K3, ergonomi berarti mendesain pekerjaan agar sesuai dengan tubuh dan kemampuan pekerja, sehingga pekerja tidak dipaksa menyesuaikan diri secara berlebihan dengan pekerjaan.

Di Indonesia, faktor ergonomi termasuk salah satu dari lima faktor lingkungan kerja yang dibahas dalam Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja, bersama faktor fisika, kimia, biologi, dan psikologi. Ergonomi juga bagian dari jenis-jenis bahaya di tempat kerja.

Jenis-Jenis Ergonomi

  • Ergonomi Fisik: fokus pada postur, gerakan, beban, dan lingkungan fisik kerja. Contoh: tinggi meja, posisi duduk, alat bantu angkat.
  • Ergonomi Kognitif: fokus pada proses mental seperti perhatian, memori, dan pengambilan keputusan. Contoh: tampilan panel yang jelas, tanda dan label yang mudah dipahami.
  • Ergonomi Organisasi: fokus pada sistem kerja, jadwal, dan komunikasi. Contoh: pengaturan shift, rotasi tugas, dan jeda istirahat.

Manfaat Ergonomi di Tempat Kerja

Manfaat bagi Pekerja:

  1. Mengurangi nyeri dan cedera: keluhan punggung, leher, bahu, dan tangan dapat dicegah.
  2. Mengurangi kelelahan: pekerjaan terasa lebih ringan sehingga energi tidak cepat habis.
  3. Meningkatkan kenyamanan: pekerja dapat fokus tanpa terganggu rasa tidak nyaman.
  4. Menjaga kesehatan jangka panjang: risiko gangguan otot dan rangka akibat kerja menurun.

Manfaat bagi Perusahaan:

  1. Menekan absensi dan biaya: lebih sedikit pekerja yang sakit atau cedera sehingga biaya pengobatan dan penggantian menurun.
  2. Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja: pekerja yang nyaman bekerja lebih efisien dan teliti.
  3. Mengurangi kesalahan kerja: desain kerja yang baik membantu mengurangi kekeliruan.
  4. Memperkuat budaya K3: perhatian pada kenyamanan pekerja menunjukkan komitmen perusahaan.

Prinsip Dasar Ergonomi

  1. Postur netral: pertahankan posisi tubuh yang alami, tidak membungkuk, memutar, atau mendongak berlebihan.
  2. Kurangi gaya dan beban: gunakan alat bantu untuk mengangkat, mendorong, atau menarik.
  3. Hindari gerakan berulang: variasikan tugas dan sediakan jeda.
  4. Atur jangkauan: letakkan barang yang sering dipakai dalam jangkauan nyaman.
  5. Sesuaikan ketinggian kerja: tinggi meja dan layar sesuai ukuran tubuh dan jenis pekerjaan.
  6. Beri variasi postur dan istirahat: hindari posisi statis terlalu lama.

Faktor Risiko Ergonomi dan Dampaknya

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko keluhan ergonomi antara lain postur janggal, beban berat, gerakan berulang, durasi kerja yang panjang tanpa istirahat, getaran, serta suhu ekstrem. Jika dibiarkan, risiko ini dapat memicu gangguan otot dan rangka, seperti nyeri punggung bawah, nyeri leher dan bahu, radang tendon, atau sindrom terowongan karpal. Penjelasan lebih luas ada di Penyakit Akibat Kerja.

Contoh Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja

  • Kantor: masalah umum duduk lama, layar terlalu rendah, kursi tidak sesuai. Penerapan: kursi dengan sandaran, layar sejajar mata, keyboard dan mouse nyaman, jeda berdiri berkala.
  • Pabrik dan Produksi: masalah umum posisi kerja membungkuk, tugas berulang. Penerapan: meja kerja dapat diatur, alat bantu angkat, rotasi tugas, alas anti-lelah.
  • Gudang: masalah umum mengangkat dan memindahkan barang berat. Penerapan: troli, hoist, rak setinggi pinggang, batas beban, teknik angkat yang benar.
  • Pengemudi dan Operator Alat: masalah umum duduk lama, getaran, posisi tubuh statis. Penerapan: kursi dengan peredam getaran, posisi kemudi dan kontrol yang pas, istirahat berkala.
  • Laboratorium: masalah umum berdiri lama, gerakan halus berulang. Penerapan: meja setinggi siku, kursi tinggi, penataan alat dalam jangkauan.

Posisi Duduk yang Benar di Kantor

  • Mata dan layar: bagian atas layar sejajar atau sedikit di bawah mata, dengan jarak kira-kira sepanjang lengan.
  • Leher: netral, tidak menunduk atau mendongak.
  • Bahu: rileks, tidak terangkat.
  • Siku: kira-kira membentuk sudut siku-siku, dekat dengan badan.
  • Pergelangan tangan: lurus, tidak menekuk ke atas atau ke bawah saat mengetik.
  • Punggung: bersandar pada sandaran kursi dengan dukungan di punggung bawah.
  • Paha dan kaki: paha sejajar lantai, telapak kaki rata di lantai atau di pijakan kaki.

Tambahkan kebiasaan sederhana: berdiri dan bergerak secara berkala, serta mengistirahatkan mata dengan menatap objek jauh sejenak. Salah satu aturan populer adalah 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 6 meter selama 20 detik.

Teknik Mengangkat Beban yang Aman

  1. Dekatkan beban ke tubuh: semakin dekat, semakin ringan beban terasa di punggung.
  2. Tekuk lutut, jaga punggung tetap lurus: gunakan tenaga kaki, bukan punggung.
  3. Hindari memutar badan saat mengangkat: geser kaki untuk berbalik arah.
  4. Minta bantuan atau gunakan alat bantu: troli, hoist, atau pengangkatan berdua untuk beban yang berat atau besar.
  5. Pastikan jalur bebas: periksa jalur sebelum mengangkat agar tidak tersandung.

Cara Menilai Risiko Ergonomi

Penilaian membantu menentukan pekerjaan mana yang paling berisiko. Beberapa metode yang umum dipakai:

  • Checklist ergonomi: pemeriksaan cepat kondisi stasiun kerja dan postur.
  • Nordic Body Map: kuesioner untuk mengetahui bagian tubuh yang dikeluhkan pekerja.
  • RULA: menilai risiko postur tubuh bagian atas pada pekerjaan tertentu.
  • REBA: menilai risiko postur seluruh tubuh pada beragam pekerjaan.
  • NIOSH Lifting Equation: menilai risiko pekerjaan mengangkat beban secara manual.

Pemilihan metode disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Hasil penilaian lalu dikendalikan mengikuti hierarki pengendalian risiko, misalnya mendesain ulang stasiun kerja sebelum sekadar mengandalkan imbauan postur.

Langkah Menerapkan Program Ergonomi

  1. Kenali keluhan dan pekerjaan berisiko: gunakan kuesioner, laporan, dan observasi.
  2. Nilai risiko ergonomi: pilih metode yang sesuai dengan jenis pekerjaan.
  3. Rancang perbaikan: ubah desain stasiun kerja, alat bantu, atau cara kerja.
  4. Terapkan dan sediakan peralatan: pastikan perbaikan nyata, bukan sekadar imbauan.
  5. Edukasi pekerja: latih postur, teknik angkat, dan peregangan, termasuk dalam toolbox meeting.
  6. Pantau dan evaluasi: periksa apakah keluhan berkurang dan perbarui program.

Kesalahan Umum dalam Penerapan Ergonomi

  • Hanya imbauan tanpa perbaikan desain: meminta pekerja duduk tegak padahal kursi dan meja tidak sesuai.
  • Menunggu ada keluhan: pencegahan seharusnya dimulai sebelum pekerja sakit.
  • Satu ukuran untuk semua: ukuran tubuh pekerja berbeda sehingga alat perlu bisa disesuaikan.
  • Mengabaikan istirahat dan variasi tugas: postur yang bagus pun melelahkan jika statis terlalu lama.
  • Tidak melibatkan pekerja: mereka paling tahu bagian pekerjaan yang paling melelahkan.
  • Tidak dievaluasi: perbaikan tidak dicek efektivitasnya.

Ergonomi dalam Sistem Manajemen K3 dan Pelatihan Pendukung

Penerapan ergonomi menjadi bagian penting dari sistem manajemen K3 perusahaan. Agar penerapannya konsisten, perusahaan dapat memakai layanan Konsultan SMK3 atau Konsultan ISO 45001, serta menyiapkan personel yang kompeten melalui:

  • Training Ahli K3 Umum Sertifikasi KEMNAKER: untuk penunjukan resmi personel K3 di perusahaan.
  • Training Ahli K3 Umum Sertifikasi BNSP: untuk pengakuan kompetensi teknis individu secara nasional.

Baru mengenal K3? Mulai dari K3 Adalah: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya di Tempat Kerja.

Bagikan juga di
Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Post Terbaru
Artikel Terbaru
Lihat Keseruan Training di Phitagoras
Rate this post
Need Help? Click Here Ergonomi Adalah: Manfaat dan Contoh Penerapannya di Tempat Kerja

We are here to assist you. Please chat with one of our Account Executives

Account Executive

Laras - Head Office

Online

Account Executive

Nina - Head Office

Online

Laras - Head OfficeChat with us for any of your needs

Hello, is there anything I can help you with? 00.00

Nina - Head OfficeCommunicate Your Needs Here

Hello, is there anything I can help you with? 00.00